Inspirasi Untuk Teman, Dari Teman.

Kumpulan informasi, tips, dan insight seputar franchise, bisnis, hingga berita terkini.

Education

Usaha Franchise Terkenal, Pilihan Aman Untuk Coba Berbisnis

3 Februari 2026Ditulis oleh Friendchised HQ
5 pengunjung
Usaha Franchise Terkenal, Pilihan Aman Untuk Coba Berbisnis
LinkedInInstagramFacebookCopy LinkWhatsApp

Bagi pemula, membeli usaha franchise ibarat membeli kepastian. Anda tidak perlu lagi trial and error membangun resep atau mencari cara pemasaran yang efektif dari nol. Dalam artikel ini, kami akan membedah empat raksasa franchise dari industri yang berbeda: Janji Jiwa (F&B Kopi), Oseng Endok (Kuliner Viral), Maxim (Teknologi Transportasi), dan Kumon (Pendidikan). Keempatnya mewakili pilar bisnis yang tangguh dan memiliki rekam jejak yang fenomenal di Indonesia.

1. Janji Jiwa: Raja Kopi Kekinian Indonesia

Tidak mungkin membicarakan usaha franchise kopi di Indonesia tanpa menyebut Janji Jiwa. Merek ini adalah fenomena yang mengubah peta industri kopi tanah air.

Billy Kurniawan mendirikan ini pada tahun 2018 dengan visi sederhana: menyajikan kopi berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kedai pertamanya dibuka di ITC Kuningan, Jakarta, dengan penjualan awal yang sangat sederhana, hanya sekitar 10-20 gelas per hari. Namun, berkat strategi branding "Kopi dari Hati" yang emosional dan konsep grab-and-go yang efisien, Janji Jiwa meledak di pasaran.

Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Janji Jiwa berhasil memecahkan rekor MURI sebagai pertumbuhan kedai kopi tercepat. Saat ini, Janji Jiwa telah memiliki lebih dari 1.100 outlet yang tersebar di lebih dari 100 kota di seluruh Indonesia. Skala penjualan mereka pun fantastis, mencapai rata-rata 15 juta gelas per bulan.

Bagi Anda yang tertarik mengambil peluang usaha franchise ini, Janji Jiwa menawarkan paket kemitraan yang transparan. Estimasi total investasi awal berkisar antara Rp 150 juta hingga Rp 200 juta. Angka ini mencakup:

  • Biaya Paket Franchise: Sekitar Rp 85 juta (paket lengkap) hingga Rp 115 juta, tergantung tipe paket.

  • Perlengkapan: Mesin kopi espresso, grinder, freezer, dan sistem kasir (POS).

  • Renovasi & Sewa: Biaya ini bervariasi tergantung lokasi dan kondisi bangunan.

Dengan volume penjualan yang tinggi, mitra Janji Jiwa diperkirakan dapat mencapai titik impas (Break Even Point) dalam waktu 6 hingga 12 bulan. Kehadiran menu pendamping seperti Jiwa Toast juga terbukti efektif meningkatkan nilai transaksi rata-rata per pelanggan, membuat bisnis ini semakin profitable.

Baca juga: 10 Usaha yang Menjanjikan dan Masih Relevan Dijalankan Tahun Ini

2. Oseng Endok: Kuliner Viral Citarasa Rumahan

Jika Janji Jiwa menguasai pasar kopi, maka Oseng Endok hadir menggebrak pasar kuliner harian dengan kekuatan viral marketing.

Oseng Endok adalah bukti nyata bagaimana kekuatan media sosial dapat melambungkan sebuah usaha franchise. Merek ini dipopulerkan oleh kreator konten kuliner ternama, Ello MG, yang memiliki jutaan pengikut di TikTok. 

Berbeda dengan makanan kekinian yang seringkali hanya menjual "gimmick", Oseng Endok kembali ke dasar (back to basic) dengan menyajikan masakan rumahan yang otentik: nasi, telur, dan sambal pedas.

  • Strategi Harga dan Pasar 

Salah satu kunci kesuksesan Oseng Endok adalah strategi harga yang sangat merakyat. Menu mereka mulai dari Rp 13.000, turun dari harga awal Rp 15.000 agar semakin terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Strategi ini membuat Oseng Endok tidak hanya menjadi jajanan sesekali, tetapi bisa menjadi pilihan makan siang atau malam harian.

  • Potensi Kemitraan 

Meskipun detail biaya kemitraan spesifik sering diperbarui, model bisnis Oseng Endok didesain untuk skalabilitas tinggi. Konsepnya yang sederhana, tidak membutuhkan chef profesional dan peralatan dapur yang rumit, membuat biaya operasional (OPEX) menjadi rendah.

Dalam berbagai pameran franchise seperti IFBC, Oseng Endok menawarkan potensi omzet hingga Rp 100 juta per bulan bagi mitra di lokasi strategis. 

Baca juga: Ingin bisnis kesehatan? Coba cari tahu Kenta, terapi dan pijat khas Jepang!

3. Maxim: Raksasa Transportasi Digital dari Rusia

Beralih ke sektor jasa dan teknologi, Maxim menawarkan peluang usaha franchise yang unik dan berbeda dari kompetitor transportasi online lainnya.

Maxim bukanlah pemain baru. Perusahaan ini sudah ada sejak tahun 2003 pada kota Chardinsk, Pegunungan Ural, Rusia. Berawal dari layanan taksi lokal, Maxim bertransformasi menjadi raksasa teknologi global yang kini beroperasi di lebih dari 1.000 kota di dunia. Di Indonesia, Maxim dikenal sebagai alternatif transportasi online yang menawarkan tarif lebih hemat, yang sangat diminati di kota-kota second-tier dan third-tier.

Berbeda dengan Grab atau Gojek yang beroperasi secara terpusat, Maxim membuka peluang kemitraan wilayah. Artinya, Anda bisa menjadi "penguasa" Maxim di kota atau kabupaten tertentu.

  • Hak Eksklusif: Mitra mendapatkan hak eksklusif untuk mengelola satu wilayah, sehingga tidak ada kompetisi sesama mitra Maxim di area tersebut.

  • Modal Terjangkau: Biaya kemitraan dimulai dari angka yang sangat rendah, yakni sekitar Rp 10 juta untuk wilayah dengan populasi kecil (di bawah 50.000 jiwa).

  • Tugas Mitra: Anda bertanggung jawab merekrut pengemudi, melakukan pemasaran lokal, dan menjaga kualitas layanan di wilayah Anda. Sebagai imbalannya, Anda mendapatkan bagi hasil dari setiap perjalanan yang terjadi di wilayah tersebut.

Baca juga: Bisnis Coffee & Resto Siap Jalan Tanpa Mulai dari Nol

4. Kumon: Legenda Pendidikan Metode Jepang

Untuk Anda yang mencari stabilitas jangka panjang dan minim risiko tren musiman, Kumon adalah raja di sektor pendidikan.

Kumon berdiri pada tahun 1954 oleh Toru Kumon, seorang guru matematika Jepang yang awalnya ingin membantu anaknya sendiri agar lebih pandai berhitung. Metode ini ternyata sangat efektif karena menekankan pada self-learning (belajar mandiri) sesuai kemampuan anak, bukan berdasarkan tingkatan kelas sekolah.

Di Indonesia, Kumon telah hadir sejak tahun 1991 dan kini telah memiliki lebih dari 800 kelas dengan ribuan siswa. Kumon secara konsisten menempati peringkat atas dalam daftar waralaba pendidikan global terbaik.

Estimasi modal awal untuk membuka satu kelas Kumon adalah sekitar Rp 140 jutaan, yang terdiri dari:

  • Biaya Lisensi/Franchise: Sekitar Rp 8 jutaan.

  • Biaya Legalitas & Izin: Sekitar Rp 11,5 juta.

  • Renovasi & Perlengkapan: Sekitar Rp 60 juta (furnitur, komputer, branding).

  • Sewa Lokasi & Modal Kerja: Perlu disiapkan untuk 3-6 bulan pertama.

Keuntungan bisnis ini terletak pada retensi siswa. Sekali seorang anak mendaftar, mereka biasanya akan terus kursus selama bertahun-tahun hingga menamatkan level tertentu. Ini menciptakan arus kas rutin yang sangat stabil dan terus bertumbuh seiring bertambahnya jumlah siswa.

Baca juga: Franchise kedai kopi kekinian pilihan mahasiswa dengan harga terjangkau, Smartfolks

Kesimpulan: Mana yang Cocok Untuk Anda?

Memilih usaha franchise terbaik kembali pada passion, modal, dan profil risiko Anda:

  1. Pilih Janji Jiwa jika Anda memiliki modal cukup besar (di atas Rp 150 juta) dan ingin bermain aman di pasar yang sudah sangat mature dengan merek nomor satu.

  2. Pilih Oseng Endok jika Anda ingin menunggangi ombak viral media sosial dengan produk makanan pokok yang harganya sangat terjangkau.

  3. Pilih Maxim jika Anda tertarik pada dunia teknologi, memiliki modal terbatas (mulai Rp 10 juta), dan ingin menguasai pasar transportasi di kota Anda sendiri.

  4. Pilih Kumon jika Anda berorientasi jangka panjang, peduli pada dunia pendidikan, dan menginginkan bisnis yang stabil serta tahan krisis.

Apapun pilihan Anda, pastikan untuk selalu melakukan riset mendalam dan membaca dokumen penawaran dengan teliti.

Ingin mendapatkan detail proposal terbaru dari brand-brand di atas? Bandingkan peluang franchise terbaik di Friendchised.id. Ikuti update tren bisnis franchise di Instagram @friendchised dan dapatkan tips sukses bisnis pemula di TikTok @friendchised!

Ingin Punya Bisnis Sendiri?

Temukan inspirasi, tips, dan cerita sukses dari para pelaku usaha yang membuka jalan lebih mudah untuk kamu.